Selasa, 25 Mei 2010

prinsip dan parameter demokrasi

PRINSIP DAN PARAMETER DEMOKRASI



Karya tulis ini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah:
CIVIC EDUCATION
Dosen Pengampu:
Muhammad Djulijanto, S. Ag. M. Ag

Disusun oleh:
Beny Husodo
26.09.6.2.029

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA
TADRIS BAHASA INGGRIS
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA


KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji syukkur kepada allah swt yang atas RahmatNya sehingga karya tulis ini dapat selesai dan dikumpulkan tepat waktu.
Karya tulis ini dibuat guna malengkapi tugas Civic Education dan diharapkan dapat diterima oleh dosen penampu serta berguna bagi yang membutuhkan.
Segenap ucap terima kasih penulis tujukan pada:
1. Orang tua yang telah memberikan dorongan semangat, doa, dan fasilitas sehingga karya tulis dapat selesai tepat waktu.
2. Dosen pengampu yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian karya tulis penullis.
3. Teman-teman yang juga telah memberikan bantuan dan juga hiburan kepada penulis sehingga penulis tidak tertekan dalam penyelesaian karya tulis penulis.
Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat berguna pada yang membutuhkan, dan jika ada kesalahan pada karya tulis ini penulis mohon maaf.
Saran dan kritik yang bersifat mendukung selalu penulis terima dengan senang hati.
Semoga allah swt. Selalu menyertai dan meridlai kita bersama dalam upaya mengembalikan demokrasi kedalam jalur yang sebenar-benarnya.
Sukoharjo, Desember 2009
Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………….……………………………1
Daftar Isi…………………………………………………………………..2
Pendahuluan
Latar Belakang………………………………………………………….3
Rumusan Masalah………………………………………………………3
Pembahasan
Prinsip Demokrasi………………………………………………………4
Parameter Demokrasi…………………………………………………...6
Penutup
Kesimpulan……………………………………………………...……..10
Saran………………………………………………………………….. 10
Daftar Pustaka…………………………………………………...………..11








PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Prinsip dan parameter demokrasi adalah tema yang diangkat oleh penulis karena terlepas dari tema ini adalah tema yang diberikan dosen pembimbing kepada penulis, juga karena penulis ingin mengingatkan kembali arti pentingnya demokrasi di indonesia yang sudah banyak penyelewengan dalam pelaksanaanya.
Banyaknya penyelewengan yang terjadi pada sistem demokrasi di Indonesia maka penulis melalui kerya tulis ini semoga dapat mengingattkan tentang apakah prinsip dan parameter demokrasi.
Dari berbagai alasan diataslah maka penulis akhirnya memilih prinsip dan parameter demokrasi sebagai tema dari karya tulis penulis.
II. Rumusan Masalah
1. Apakah prinsip dari sebuah demokrasi?...
2. Apakah parameter dari sebuah demokrasi?...
3. Siapakah yang mengemukakan tentang prinsip dan parameter demokrasi?...




PEMBAHASAN

I. PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Suatu pemerintahan disebut pemerintahan yang demokratis jika pemerintahan tersebut menempatkan kewenangan tertinggi berada di tangan rakyat, kekuasaan pemerintah harus dibatasi, dan hak-hak individu harus dilindungi. Namun demikian, dalam praktiknya masih banyak kelemahan dan ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip di Negara-negara yang mengaku adalah negara demokrasi. Penerapan prinsip-prinsip demokrasi di masing-masing negara bersifat kondisional, artinya harus disesuaikan dengan situasi negara dan kondisi masyarakat yang bersangkutan.
Berikut adalah prinsip-prinsip demokrasi, yaitu:
1. keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik.
2. tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.
3. tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh warga negara.
4. penghormatan terhadap supremasi hukum
Berdasar pada the rule of law, maka prinsip demokrasi adalah sebagai berikut:
1. tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang.
2. kedudukan yang sama di dalam hukum.
3. terjaminya hak asasi manusia oleh undang-undang.
Menurut Masykuri Abdillah prinsip demokrasi adalah:
 persamaan
 kebebasan, dan
 pluralisme
Jika menurut Robert A. Dahl, prinsip yang harus ada dalam system demokraasi, yaitu:
1. kontrol atas keputusan pemerintah.
2. pemilihan yang luber dan jurdil.
3. hak memilih dan dipilih.
4. kebebassan menyatakan pendapat tanpa ancaman.
5. kebebasan mengakses informasi.
6. kebebesan berserikat.
Sementara itu Inu Kencana dengan lebih terperinci menyebutkan tentang prinsip-prinsip demokrasi, yaitu:
a) adanya pembagian kekuasaan.
b) adanya pemilu yang bebas.
c) adanya managemen terbuka.
d) adanya kebebasan individu.
e) adanya peradilan yang bebas.
f) adanya pengakuan hak minoritas.
g) adanya pemerintahan yang berdasarkan hukum.
h) adanya pers yang bebas.
i) adanya beberapa parpol.
j) adanya musyawarah.
k) adanya persetujuan parlemen.
l) adanya pemerintahan yang constitutional.
m) adanya ketentuan tentang pendemokrasian.
n) adanya pengawasan pada administrasi public.
o) adanya perlindungan hak asasi.
p) adanya pemerintahan yang bersih.
q) adanya persaingan keahlian.
r) adanya mekanisme politik.
s) adanya kebijaksanaan Negara.
t) adanya pemerintahan yang mengutamakan tangung jawab.

II. PARAMETER DEMOKRASI
Prinsip-prinsip Negara demokrasi yang telah tersebutkan di atas kemudian dituangkan dalam konsep yang praktis untuk dapat diukur dan dicirikan. Ciri-ciri inilah yang kemudian dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pelaksanaan demokrasi suatu Negara dalam menjalankan tata pemerintahanya sehingga dikatakan demokratis atau tidak, ada 4 aspek dalam mengukur hal ini, yaitu:
1) masalah pembentukan Negara.
2) dasar kekuasaan Negara.
3) susunan kekuasaan Negara.
4) masalah kontrol rakyat.
Menurut Djuanda Wijaya parameter kehidupan demokratis adalah sebagai berikut:
a. dinikmati dan dilaksanakan hak serta kewajiban politik oleh masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip dasar HAM yang menjamin adanya kebebasan, kemerdekaan, dan rasa merdeka.
b. penegakan hukum yang mewujud pada supremasi hukum.
c. kesamaan hak dan kewajiban anggota masyarakat.
d. kebebasan pers yang bertanggung jawab.
e. pengakuan pada hak minoritas.
f. pembuatan kebijakan Negara yang berlandaskan asas pelayanan, pemberdayaan, dan pencerdasan.
g. system kerja yang kooperatif dan kolaboratif.
h. keseimbangan dan keharmonisan.
i. tentara yang professional.
j. lembaga peradilan yang independent.
Amien Rais menambahkan kriteria lain dalam parameter demokrasi, yaitu:
a) adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan.
b) distribusi pendapatan secara adil.
c) kesempatan memperoleh pendidikan.
d) ketersediaan dan keterbukaan informasi.
e) mengindahkan fatsoen politik.
f) kebebasan individu.
g) semangat kerjasama.
h) hak untuk protes.
Pendapat berikutnya adalah pendapat dari Sri Soemantri yang menyatakan bahwa:
1. hukum diterapkan dengan persetujuan wakil rakyat yang dipilih secara bebas.
2. hasil pemilu dapat menyebabkan pergantian orang-orang dalam pemerintahan.
3. pemerintahan harus terbuka.
4. kepentingan minoritas harus dipertimbangkan.
Frans Magnis Suseno juga berpendapat bahwa parameter Negara demokrasi adalah:
1. Negara terikat hukum.
2. kontrol efektif pemerintahan oleh rakyat.
3. pemilu yang bebas.
4. adanya jaminan terhadap hak-hak minoritas.
Sedangkan menurut G. Bingham Powell Jr. menurutnya parameter Negara demokratis adalah:
1. pemerintah mengklaim mewakili hasrat para warganya.
2. klaim berdasarkan pada adanya pemilihan kompetitif secara berkala antara calon alternative.
3. partisipasi warga dewasa sebagai calon dipilih dan pemilih.
4. pemilihan bebas.
5. adanya kebebasan dasar warga negaranya.
Selanjutnya Affan Ghofar (pakar politik UGM) sejumlah prasyarat untuk mengamati apakah sebuah political order (pemerintahan) merupakan system yang demokratik atau tidak melalui ukuran:
1. akuntabilitas.
2. rotasi kekuasaan.
3. recruitment politik.
4. pemilihan umum.
5. adanya pengakuan dan perlidungan hak-hak dasar.
Kelima elemen tersebut berlaku secara universal di dalam melihat demokratis tidaknya suatu rezim pemerintahan (political order).











PENUTUP

I. Kesimpulan
Dari pembahasan tentang prinsip dan parameter demokrasi yang dibahas diatas maka dapat kita simpulkan bahwa:
1. prinsip-prinsip demokrasi bukanlah sebuah prasati yang harus dilindungi, tetapi untuk diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari yang paling kecil tingkatanya.
2. kita diberikan parameter seperti itu adalah untuk kita dapat mengukur seberapa baik demokrasi di Negara kita berlangsung.
II. Saran
Dari pengertian tokoh diatas semoga kita dapat mengambil hikmah dan dapat mengembalikan demokrasi di indonesia menurut prinsip dan parameter yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh diatas yang telah berjasa bagi Negara kita tercinta.








DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Masykuri. 1999. Demokrasi di Persimpangan Makna. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Azra, Azyumardi. 2003. Demokrasi, HAM,& Masyrakat Madani. Jakarta: ICE UIN Jakarta.
Budiardjo, Miriam. 1996. Demokrasi di Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Dahl, Robert A.. 1989. Democracy and its critics. London: Yale Univercity Press.
Gaffar, Affan. 1993. Makalah Seminar Perkembangan Demokrasi di Indonesia Sejak 1945. Jakarta: Widyagraha.
Suseno, Frans Magnis. 1997. Mencari Sosok Demokratis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Syafiie, Inu Kencana. 1994. Ilmu Pemerintahan. Bandung: Mandar Maju.
Ubaidillah, Ahmad, Dkk. 2000. Demokrasi, HAM, & Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar